Oknum BPN Depok Diduga Merangkap Jadi Mafia Tanah

Date:

JAKARTA –InfoBeritaKarawang. Selain kasus mafia tanah yang dialami Artis Nirina zubir , kasus ini kembali muncul dengan dugaan melibatkan oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Depok, Jawa Barat. Pasalnya, petugas BPN mudah mengeluarkan sertifikat tanah, padahal lahan tersebut masih dalam persidangan. Kasus inilah yang dialami seorang ibu bernama Farida (62), dan diduga dilakukan mafia tanah. Pasalnya, lahan yang ada di kawasan Sawangan, Depok, dan ia kelola selama ini, ternyata direbut akibat sertifikat yang diduga cacat administrasi.

Melalui kuasa hukumnya, Bernard Paulus Simanjuntak menduga, ada oknum dari pegawai BPN yang terlibat dalam pembuatan sertifikat di lahan tersebut. Pasalnya, lahan yang tengah menjalani proses hukum tiba-tiba muncul sebuah surat yang dikeluarkan dari kantor BPN Depok. “Ini sangat aneh, apalagi kami juga menemukan banyak kejanggalan dari terbitnya surat tersebut,” katanya, Rabu (22/12/2021). Diceritakan Bernard, kasus ini bermula saat Ibu Farida mencoba mengelola lahan yang ada di Sawangan tersebut. Berbekal Surat Keputusan Kepala Inspeksi Agraria (Sk-Kinag), si ibu mendaftarkan hal tersebut ke BPN dan penetapan Pengadilan Negeri. “Dari hal itu, Ibu Ida melakukan pembebasan sekaligus memberi kompensasi bagi penggarap, hingga akhirnya terbit SHM,” ujarnya.

Setelah SHM didapat, mulailah muncul permasalahan, di mana pada lahan itu juga muncul sertifikat atas nama PT Pakuan yang dipecah menjadi sembilan. Karena hal itu, sertifikat keduanya pun akhirnya dibatalkan melalui SK Kanwil BPN di tahun 2017 lalu. “Sejak saat itu, terjadilah sengketa kepemilikan lahan yang diketahui memiliki luas 90 hektar,” ungkapnya.

Di tahun yang sama itu, saat sertifikat dibatalkan, akhirnya gerak-gerik mafia tanah mulai terlihat. Pasalnya, kala itu juga terbit lagi sertifikat yang dikeluarkan BPN Depok di lahan sengketa yang kepemilikannya di pengadilan negeri tengah begulir.

READ
PT. KSS Tutup Proyek Pemerintah,Petani Terencam Tidak Berkebun

“Padahal mengacu pada peraturan menteri negera agrari/ kepala BPN No. 3 tahun 1999 tentang pelimpahan kewenangan pemberian dan pembatalan keputusan pnerian hak atas tanah negara yang menyatakan, kepala kantor pertanahan kabupaten/kotamadya memberi keputusan mengenai pemberian hak guna bangunan atas tanah yang luasnya tidak lebih dari 2000 meter persegi. Dan ini di lahan seluas 90 hektar, surat itu bisa diterbitkan dari kabupaten atau kotamadya,” terangnya. Atas temuan itu, Bernard berharap, mafia tanah yang ada bisa segera dibersihkan. Bukan tidak mungkin, selain Ibu Farida dikhawatirkan akan ada lagi masyarakat yang menjadi korban dari mafia tersebut. “Kami sendiri juga sudah melaporkan masalah ini dan dalam proses persidangan di PTUN Jawa Barat,” katanya

Dikonfirmasi terkait masalah ini, Kepala Urusan Umum BPN Depok Yudhi Sugandi tak menjelaskan lebih detil ketika ditanya bagaimana surat itu bisa diterbitkan. Menurutnya, kasus tersebut masih dalam perkaran di PTUN. “Kasusnya sudah disidangkan di PTUN,” ujarnya. Saat diminta menjelaskan kenapa sertifikat yang dibatalkan bisa kembali terbit, Yudhi juga tak menjelaskan secara gamblang.

“Tunggu hasil putusan saya ya,” ucapnya singkat. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

DPPKB dan BKPSDM lakukan Sosialisasi di Ulakan Tapakih Guna Percepatan Capaian Vaksinasi Covid-19

Ulakan Tapakih,-InfoBeritaKarawang- Sehubungan dengan rendahnya capaian vaksinasi di Kabupaten...

Ritual Kelapa Gading Kembar Menguak ” Jabalekat’.

Blitar-InfoBeritaKarawang. Penanaman pohon kelapa gading kembar di pantai desa...

BAPPEDA Karawang Gelar Development EXPO KE 2 Tahun 2015

KARAWANG,InfoBeritaKarawang. Pemkab Karawang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Karawang...

Praktek Perjudian Di Kota Batam Jenis Dadu Goncang ,Gelper Leluasa Beroperasi

BATAM-InfoBeritaKarawang. Praktek perjudian di kota Batam berperasi secara leluasa...